Doclang: Mengenal Jajanan Khas Bogor yang Punya Perpaduan Bumbu Kacang Kental

Doclang: Mengenal Jajanan Khas Bogor yang Punya Perpaduan Bumbu Kacang Kental – Bogor memang terkenal dengan sebutan Kota Hujan, namun bukan hanya suasana sejuk dan destinasi wisatanya yang menarik, kulinernya pun menjadi daya tarik tersendiri. Salah satu jajanan tradisional yang khas dan patut dicoba ketika berkunjung ke Bogor adalah doclang. Hidangan sederhana dengan cita rasa gurih manis ini memiliki keunikan tersendiri, terutama karena perpaduan bumbu kacang kental yang membalut semua bahan.

Bagi sebagian orang, doclang sering disebut mirip dengan ketoprak atau lontong sayur. Namun jika dicermati lebih dalam, hidangan ini memiliki ciri khas dan identitas yang membedakannya. Artikel ini akan mengajak Anda mengenal lebih jauh tentang doclang, mulai dari asal-usul, bahan, cara penyajian, hingga mengapa jajanan ini masih eksis di tengah gempuran kuliner modern.


Sejarah dan Keunikan Doclang

Asal Usul Nama Doclang

Nama “doclang” konon berasal dari kata dalam bahasa Sunda yaitu “dicocol” yang berarti dicelupkan ke dalam sambal atau bumbu. Hal ini berkaitan dengan cara penyajian doclang yang memang menggunakan bumbu kacang kental sebagai pelengkap utama. Namun, ada pula versi lain yang menyebutkan bahwa nama doclang berasal dari bunyi khas saat lontong yang dibungkus daun pakis dipotong, yaitu “dok-lang”.

Terlepas dari asal-usul namanya, doclang sudah ada sejak lama dan menjadi bagian dari kuliner masyarakat Bogor, terutama di daerah Cibinong dan sekitarnya. Jajanan ini biasa dijajakan pada pagi hari oleh pedagang keliling yang membawa gerobak atau pikulan.

Keunikan Doclang Dibanding Jajanan Serupa

Jika dibandingkan dengan ketoprak, gado-gado, atau lontong sayur, doclang memiliki ciri khas yang membedakannya. Perbedaan paling mencolok adalah pada lontongnya. Lontong doclang dibungkus dengan daun patat (daun pakis hutan), bukan daun pisang. Akibatnya, aroma lontong menjadi lebih wangi dan khas.

Selain itu, bumbu kacang pada doclang juga lebih kental dan legit, berbeda dengan bumbu kacang ketoprak yang biasanya lebih encer. Rasa gurih, sedikit manis, dan pekatnya kacang tanah menjadi daya tarik utama bagi pecinta kuliner tradisional.


Bahan, Cara Penyajian, dan Filosofi di Balik Doclang

Bahan Utama Doclang

Doclang dibuat dengan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan, namun ketika dipadukan menghasilkan cita rasa yang istimewa. Komposisi umumnya adalah:

  • Lontong daun patat – memberikan tekstur lembut dengan aroma khas.
  • Kentang rebus atau goreng – menambah rasa gurih dan mengenyangkan.
  • Tahu goreng – menjadi pelengkap protein nabati yang lezat.
  • Telur rebus – opsional, tapi banyak disukai untuk menambah nutrisi.
  • Kerupuk – memberikan tekstur renyah sebagai penyeimbang.
  • Bumbu kacang kental – terbuat dari kacang tanah goreng, bawang putih, cabai, gula merah, dan sedikit air, menghasilkan rasa gurih manis pedas.

Cara Penyajian yang Membuatnya Istimewa

Doclang biasanya disajikan dengan cara sederhana:

  1. Lontong dipotong-potong menggunakan pisau kecil.
  2. Ditambahkan potongan tahu, kentang, dan telur rebus.
  3. Disiram dengan bumbu kacang kental yang melimpah.
  4. Ditaburi kerupuk agar semakin nikmat.

Keistimewaan doclang bukan hanya pada rasanya, tapi juga kesan tradisional dalam penyajiannya. Pedagang doclang umumnya masih mempertahankan cara lama, yakni menyajikan di atas piring kaleng atau piring biasa tanpa terlalu banyak modifikasi.

Filosofi di Balik Kesederhanaan Doclang

Makanan ini juga memiliki nilai filosofis: perpaduan bahan sederhana namun menghasilkan cita rasa luar biasa melambangkan kebersamaan dalam keberagaman. Setiap elemen saling melengkapi, menciptakan harmoni rasa.


Kesimpulan

Doclang bukan sekadar jajanan khas Bogor, melainkan sebuah warisan kuliner yang sarat makna. Dari asal-usul namanya, keunikan lontong yang dibungkus daun patat, hingga bumbu kacang kental yang membedakannya, doclang menunjukkan bahwa kesederhanaan bisa menghasilkan kelezatan yang tak tergantikan.

Di tengah berkembangnya kuliner modern, doclang tetap bertahan dan memiliki penggemar setia, baik masyarakat lokal maupun wisatawan. Saat Anda berkunjung ke Bogor, sempatkanlah mencicipi doclang di pagi hari dari pedagang keliling. Selain mengenyangkan, Anda juga akan merasakan sensasi otentik dari jajanan tradisional yang sudah diwariskan lintas generasi.

Doclang adalah bukti nyata bahwa kekayaan kuliner Indonesia bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang cerita, tradisi, dan identitas budaya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top